Boeing Berencana Luncurkan Sensor Baru Pesawat 737 MAX Series

loading…

Jenis pesawat Boeing 737 MAX Series. FOTO/ Ist

NEW YORK – Boeing berencana untuk meluncurkan sistem sensor terbaru untuk jenis pesawat 737 pesawat MAX series dalam enam hingga delapan minggu ke depan.

Seperti dilansir dari Reuters, Pembaruan ini akan membantu mencegah pembacaan sensor yang error seperti kejadian kecelakaan pesawat Lion Air JT610 bulan lalu di Indonesia.

Penyelidik kecelakaan berfokus pada kemungkinan memperbarui sistem anti-stasioner baru di kepala pesawat untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengindikasikan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh menerima input salah dari satu sensor Angle of Attack (AOA) atau sistem indikator otomatis Boeing 737-8 MAX.

Hal ini rupanya membuat Boeing selaku pembuat pesawat Boeing 737-8 MAX bereaksi cepat, apalagi pesawat tersebut merupukan pesawat terlaris dan populer saat ini.

Seperti dilansir The New York Time, Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa buku petunjuk manual pesawat tersebut menjelaskan bagaimana menanggapi data yang salah sistem otomatis tersebut, dan Boeing telah mengeluarkan buletin di seluruh dunia tentang prosedur yang benar untuk semua operator pesawat tersebut pada hari Selasa.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat menegaskan buletin Boeing yang dirilis tersebut adalah sebuah “Petunjuk Kelaikan Udara” yang membahas kemungkinan data yang salah dari instrumen otomotis di pesawat yang dapat menyebabkannya jatuh ke bawah, dan membuat pesawat sulit dikendalikan,” tulis badan penerbangan pesawat AS tersebut.

Buletin ini merupakan arahan yang memerintahkan operator pengguna Max 8 untuk memastikan bahwa panduan penerbangan onboard termasuk prosedur tentang bagaimana pilot harus menangani jika situasi seperti itu terjadi.

Indikator otomatis menyebabkan kemungkinan data yang menyimpang yang melempar perintah pesawat untuk melakukan pendaratan tiba-tiba, hal ini perlu menambahkan elemen baru pada apa yang diselidiki para investigator, termasuk indikator kecepatan udara yang salah dan kemungkinan perawatan yang cacat.

Pernyataan Boeing mengatakan bahwa telah diberitahu oleh komite transportasi Indonesia bahwa Penerbangan 610 telah “mengalami kesalahan masukan” dari salah satu sensor “angle of attack” -nya. Instrumen-instrumen otomatis tersebut terletak di atas hidung pesawat, untuk mengukur tingkat kenaikan atau penurunan pesawat terbang dan membantu menentukan apakah pesawat bisa mengulur-ulur penerbangan sebelum melakukan pendaratan .

Pernyataan Boeing mengatakan bahwa buletinnya telah mengingatkan pada semua operator penerbangan yang menggunakan Boeing 737 MAX8 untuk mengikuti “prosedur awak pesawat yang ada” untuk menangani pembacaan palsu dari sudut sensor Max 8.

John Cox, mantan eksekutif kepala keselamatan udara dari Air Line Pilots Association di Amerika Serikat dan sekarang menjabat kepala eksekutif Safety Operating Systems mengatakan bahwa tidak seperti versi sebelumnya Boeing 737 Max 8 memiliki sistem otomatis. yang dapat mengendalikan pesawat dan menyebabkan pesawat mengarah ke bawah tajam tanpa instruksi pilot.

Cox, yang pernah menerbangkan Boeing 737 generasi terdahulu selama 15 tahun, mengatakan bahwa sistem ini dirancang sebagai respons otomatis jika sensor pesawat mendeteksi bahaya seperti cuaca ekstrim

Pemahamannya tentang saran Boeing untuk maskapai penerbangan, katanya, adalah bahwa itu untuk mengingatkan mereka tentang petunjuk pengoperasian dan apa yang harus dilakukan awak penerbangan untuk mengatasinya secara manual dengan melepaskan sistem otomatis jika tidak berfungsi.

“Ada prosedur yang ditetapkan untuk pilot” jika sensor pesawat di hidung pesawat mendapatkan respons yang salah terhadap peringatan bacaan situasi salah, maka pilot harus mengatasinya secara manual” kata Cox.

(wbs)